اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

SHODAQOH

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Dalam tulisan ini kami sampaikan gambaran betapa pentingnya shodaqoh seperti yang disampaikan junjungan kita Nabi Besar Nabi Muhammad SAW , semoga bermanfaat buat kita semua

Sesungguhya shodaqoh bisa memberikan pengaruh yang menekjubkan untuk menolak berbagai macam bencana, sekalipun pelakunya orang faajir(pendosa), zhalim, atau bahkan orang kafir, karena Allah akan menghilangkan berbagai macam bencana dengan perantara shodaqoh tersebut” (imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)

  1. Sedekah atau shodaqoh itu diberikan kepada yang membutuhkan, orang fakir dan miskin serta kelompok yang berhak menerimanya.
  2. Infaq itu berhubungan dengan harta yang harus berikan kepada tanggungannya, yang disebut juga dengan nafkah menurut kemampuannya.
  3. Amal Jariyah itu adalah bentuk amaliyah harta yang anda berikan untuk kebajikan agama. Jariyah artinya berlangsung terus, karena amal perbuatan anda akan berlangsung terus sepanjang manfaat bagi dunia akhirat. Seperti bangun masjid, sekolahan, kepentingan social lainnya.
    Semua itu dinilai sunnah. Kecuali Zakat nilainya wajib

Al-Hadist

1. Bersodaqoh pahalanya sepuluh, memberi hutang (tanpa bunga) pahalanya delapan belas, menghubungkan diri dengan kawan-kawan pahalanya dua puluh dan silaturrahmi (dengan keluarga) pahalanya dua puluh empat. (HR. Al Hakim)

2. Yang dapat menolak takdir ialah doa dan yang dapat memperpanjang umur yakni kebajikan (amal bakti). (HR. Ath-Thahawi)

3. Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. (HR. Muslim)

4. Allah Tabaraka wata’ala berfirman (di dalam hadits Qudsi): “Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu.” (HR. Muslim)

5. Orang yang mengusahakan bantuan (pertolongan) bagi janda dan orang miskin ibarat berjihad di jalan Allah dan ibarat orang shalat malam. Ia tidak merasa lelah dan ia juga ibarat orang berpuasa yang tidak pernah berbuka. (HR. Bukhari)

6. Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Sodaqoh yang bagaimana yang paling besar pahalanya?” Nabi Saw menjawab, “Saat kamu bersodaqoh hendaklah kamu sehat dan dalam kondisi pelit (mengekang) dan saat kamu takut melarat tetapi mengharap kaya. Jangan ditunda sehingga rohmu di tenggorokan baru kamu berkata untuk Fulan sekian dan untuk Fulan sekian.” (HR. Bukhari)

7. Barangsiapa ingin doanya terkabul dan dibebaskan dari kesulitannya hendaklah dia mengatasi (menyelesaikan) kesulitan orang lain. (HR. Ahmad)

8. Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sodaqoh) sebutir kurma. (Mutafaq’alaih)

9. Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sodaqoh. (HR. Al-Baihaqi)

10. Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana. (HR. Ath-Thabrani)

11. Tiada seorang bersodaqoh dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya. (HR. Ahmad)

12. Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sodaqohnya. (HR. Ahmad)

13. Tiap muslim wajib bersodaqoh. Para sahabat bertanya, “Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?” Nabi Saw menjawab, “Bekerja dengan ketrampilan tangannya untuk kemanfaatan bagi dirinya lalu bersodaqoh.” Mereka bertanya lagi. Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi menjawab: “Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi menjawab: “Menyuruh berbuat ma’ruf.” Mereka bertanya: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?” Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sodaqoh.” (HR. Bukhari dan Muslim)

14. Apa yang kamu nafkahkan dengan tujuan keridhoan Allah akan diberi pahala walaupun hanya sesuap makanan ke mulut isterimu. (HR. Bukhari)

15. Sodaqoh paling afdhol ialah yang diberikan kepada keluarga dekat yang bersikap memusuhi. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)

16. Satu dirham memacu dan mendahului seratus ribu dirham. Para sahabat bertanya, “Bagaimana itu?” Nabi Saw menjawab, “Seorang memiliki (hanya) dua dirham. Dia mengambil satu dirham dan bersodaqoh dengannya, dan seorang lagi memiliki harta-benda yang banyak, dia mengambil seratus ribu dirham untuk disodaqohkannya. (HR. An-Nasaa’i)

17. Orang yang membatalkan pemberian (atau meminta kembali) sodaqohnya seperti anjing yang makan kembali muntahannya. (HR. Bukhari)

18. Barangsiapa diberi Allah harta dan tidak menunaikan zakatnya kelak pada hari kiamat dia akan dibayang-bayangi dengan seekor ular bermata satu di tengah dan punya dua lidah yang melilitnya. Ular itu mencengkeram kedua rahangnya seraya berkata, “Aku hartamu, aku pusaka simpananmu.” Kemudian nabi Saw membaca firman Allah surat Ali Imran ayat 180: “Dan janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Allah lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi.” (HR. Bukhari)

19. Tiada suatu kaum menolak mengeluarkan zakat melainkan Allah menimpa mereka dengan paceklik (kemarau panjang dan kegagalan panen). (HR. Ath-Thabrani)

20. Barangsiapa memperoleh keuntungan harta (maka) tidak wajib zakat sampai tibanya perputaran tahun bagi pemiliknya. (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

Penjelasan:
Perhitungan perputaran tahun (haul) untuk menunaikan zakat ialah dengan tahun Hijriyah.

21. Tentang sodaqoh yang seakan-akan berupa hadiah, Rasulullah Saw bersabda: “Baginya sodaqoh dan bagi kami itu adalah hadiah.” (HR. Bukhari)

22. Allah Ta’ala mengharamkan bagiku dan bagi keluarga rumah tanggaku untuk menerima sodaqoh. (HR. Ibnu Saad)

Penjelasan:
Nabi Saw menolak menerima sodaqoh tetapi mau menerima hadiah.

23. Tidak ada iri hati kecuali terhadap dua perkara, yakni seorang yang diberi Allah harta lalu dia belanjakan pada sasaran yang benar, dan seorang diberi Allah ilmu dan kebijaksaan lalu dia melaksanakan dan mengajarkannya. (HR. Bukhari)

24. Allah mengkhususkan pemberian kenikmatanNya kepada kaum-kaum tertentu untuk kemaslahatan umat manusia. Apabila mereka membelanjakannya (menggunakannya) untuk kepentingan manusia maka Allah akan melestarikannya namun bila tidak, maka Allah akan mencabut kenikmatan itu dan menyerahkannya kepada orang lain. (HR. Ath-Thabrani dan Abu Dawud)

25. Abu Dzarr Ra berkata bahwa beberapa sahabat Rasulullah Saw berkata, “Ya Rasulullah, orang-orang yang banyak hartanya memperoleh lebih banyak pahala. Mereka shalat sebagaimana kami shalat dan berpuasa sebagaimana kami berpuasa dan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi Saw lalu berkata, “Bukankah Allah telah memberimu apa yang dapat kamu sedekahkan? Tiap-tiap ucapan tasbih adalah sodaqoh, takbir sodaqoh, tahmid sodaqoh, tahlil sodaqoh, amar makruf sodaqoh, nahi mungkar sodaqoh, bersenggama dengan isteri pun sodaqoh.” Para sahabat lalu bertanya, “Apakah melampiaskan syahwat mendapat pahala?” Nabi menjawab, “Tidakkah kamu mengerti bahwa kalau dilampiaskannya di tempat yang haram bukankah itu berdosa? Begitu pula kalau syahwat diletakkan di tempat halal, maka dia memperoleh pahala. (HR. Muslim)

26. Tiap-tiap amalan makruf (kebajikan) adalah sodaqoh. Sesungguhnya di antara amalan makruf ialah berjumpa kawan dengan wajah ceria (senyum) dan mengurangi isi embermu untuk diisikan ke mangkuk kawanmu. (HR. Ahmad)

Ada beberapa surat dan ayat-ayat dalam Al-Qura’an yang menyatakan tentang shodaqoh, dan satu kami cantumkan diantaranya surat Al-Baqoroh ayat 261 – 263, yang menyebutkan :

“ Perumpamaan ( Nafkah yang dikeluarkan oleh ) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang munumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan ( ganjaran ) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas ( karunia-Nya ) lgi Maha Mengetahui. Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi aa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti ( perasaan si penerima ), mereka memperoleh pahala disisi Robb mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak mereka tidak bersedih hati. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan. Dan Allah Maha Kaya lagi Maha penyantun.”

Dari Hadist dan Ayat diatas mari kita renungkan betapa pentingnya bersodaqoh

Bersodaqohlah selagi ada yang diberi shodaqoh…..

Bersodaqohlah selagi masih diberi kesempatan…..

Bersodaqoh bisa dengan harta ,tenaga atau menyebarkan /mengajarkan ilmu yang bermanfaat.

Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun

Wassalamu’alikum Wr Wb

2 responses

  1. Kamariah Ahmad

    Website ini sungguh bagus…Allhamdulillah semoga semua di beri hidayah dalam menjalankan dakwah kejalan Allah. Kakak lunsuri ke sini kerana ingin mengetahui mendalam mengenai ilmu hitam ‘Saka’. Generasi muda yang tidak faham apa yang telah di angnuti oleh datuk moyang kini hadapi berbagai cabaran. Semalam ketemu ibu yang menanggis kerana anak di serang makluk yang ganas – semasa berubat kata dukun dan ustaz – ini adalah kerana saka. Kini telah menjadi arwah – 3minggu yang lepas anak remajua beliau terjun ke dalam sungai. Kita mesti percaya dalam hakikat kematian hanya Allah yang berkuasa menentukan hidup dan mati. Insyallah semua akan dapat pertunjuk – kembali kepada Allah dengan serius hanya cara yang terbaik.

    Januari 9, 2011 pukul 04:53

    • Assalamu’alaikum Wr Wb.
      Alhamdulillahirobbil ‘alamiin.
      Ilmu hitam saka kalau di Indonesia lebih dikenal dengan ILMU SANTET.
      Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki kepercayaan tentang keberadaan ilmu ini. Memang ilmu ini sesungguhnya bersekutu dengan syaitan supaya orang terseret kedalam kemusyrikan.
      Naudzubillahi min dzalik.
      Ketika orang terkena ilmu ini kebanyakan mereka mendatangi dukun yang bukannya mendoakan tapi malah menakut nakuti. Inilah yang menyebabkan ilmu ini bereaksi lebih kuat karena kekuatan ilmu ini bertambah jika orang yang terkena maupun keluarganya bertambah takut.
      Jika ada hal semacam ini:
      1. Yang utama jangan merasa takut. sesungguhnya kita hanya pantas takut kepada Allah SWT. (Yakin terhadap ini maka lebih dari 50% sudah merupakan solusi).
      2. Perhatikan jenisnya apa seperti orang gila biasanya dibuat dengan menggunakan rambut korban yang digantung.
      3. Apakah perut membuncit, ini biasanya dibuat dengan menggunakan media pusaka2 lama.
      4. Apakah dari kulit keluar darah seperti orang terkena penyakit nyamuk dengue…ini biasa disebut werejit dalam istilah sunda (Jawa Barat), dibuat dengan bedia jarum atau duri.
      5. Apakah ada muntah darah, ini dibuat dengan menggunakan darah ular.
      6. Masih banyak jenis2 lainnya.
      Untuk memahami penolakannya kita kelompokan ini menjadi Ilmu sihir.
      Banyak cara untuk menolak atau menolong orang yang terkena ilmu saka ini. Tapi perlu kita ketahui kita mesti faham dan mempelajari caranya dengan baik dan benar. Insya Allah jika memang berkeinginan silakan kirim Nama lengkap serta usia alamat e mail : jimmy.maulani@gmail.com , Insya Allah kami bagi tahu. semoga Allah senantiasa melindungi orang-orang yang selalu ingat kepada Nya. Amien
      Mohon maaf kerena respond lambat dari kami
      Wassalamu’alaikum Wr Wb

      Maret 27, 2011 pukul 15:45

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.