اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

Terbaru

7 KEBAIKAN DALAM QURBAN

 

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Saudara-saudaraku anggota Paguyuban Siluman yang insya Allah dirahmati Allah SWT, sampai kita pada Idul Qurban 1433H, ada 7 kebaikan yang berada pada Qurban, yaitu :

1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]

2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]

4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]

5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]

Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]

7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 – 107].

Demikian semoga kita tergolong jadi hamba-hamba Allah yang bersyukur.

آمِيْنُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

A. Jimmy Maulani, SE

 

10 HIKMAH BESAR RAMADHAN

Image

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saudara-saudaraku yang insya Allah selalu diberkahi Allah SWT, ada10 Hikmah besar dibalik Bulan Ramadhan, jika kita menjalankannya dengan baik maka kita akan merasakan Nikmat Hikmah ini.

Yaitu :

10  Hikmah Puasa Ramadhan

1. Bulan Ramadhan bulan melatih diri untuk disiplin waktu. Dalam tiga puluh hari kita dilatih disiplin bagai tentara, waktu bangun kita bangun, waktu makan kita makan, waktu menahan kita sholat, waktu berbuka kita berbuka, waktu sholat tarawih, iktikaf, baca qur’an kita lakukan sesuai waktunya. Bukankah itu disiplin waktu namanya? Ya kita dilatih dengan sangat disiplin, kecuali orang tidak mau ikut latihan ini.

2. Bulan Ramadhan bulan yang menunjukkan pada manusia untuk seimbang dalam hidup. Di bulan Ramadhan kita bersemangat untuk menambah amal-amal ibadah,
dan amal-amal sunat. Artinya kita menahan diri atas satu pekerjaan yang monoton dan lalai beribadah kepadaNya. Orang yang lalai atas mengingat Allah, selalu asyik dengan pekerjaannya, sehingga waktu istirahat siang, sholat, dan makan sering terabaikan. Atau waktu yang seharusnya dipakai untuk beribadah kepada Allah dipakai untuk makan siang bersama kekasih. Sholat? tinggal. Di bulan Ramadhan kita diajarka hidup seimbang, antara pekerjaan, dan Ibadah. Pekerjaan untuk kepentingan dunia dan Ibadah untuk kepentingan Akhirat.

3. Bulan Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan Manusia akan pentingnya arti persaudaraan, dan silaturahmi. Di keluarga orang yang tidak mengerti akan arti persaudaraan. Persaudaraan di keluarga tidak begitu akrab, adik beradik bertengkar, Ibu dan Ayah kadang saling tidak memperhatikan. Persaudaraan dari Gang Jalanan, banyak juga perkelahiannya. Persaudaraan atas satu kelompok, satu bangsa, satu tanah air, hanya selogan dan nama, kurang sekali mendapat makna. Dalam Islam ada persaudaraan sesama muslim, akan tampak jelas jika berada dibulan Ramadhan, Orang memberikan tajil perbukaan puasa gratis. Sholat bersama di masjid, memberi ilmu islam dan banyak ilmu Islam di setiap ceramah dan diskusi keagamaan yang dilaksanakan di Masjid. Semuanya didapat gratis tanpa bayaran. Sesama muslim saling bersalaman, bercengkrama saling menanyakan kabar. Sama-sama sholat tarawih tadarus dengan saling mengajarkan Qur’an, dan banyak makanan sedekah di Masjid. Ya tentunya Gratis. Persaudaraan sesama muslim sebenarnya punya pelajaran dan bab khusus, ada ayat qur’an tentang persaudaraan, ada banyak hadits nabi, tetapi jarang diperhatikan orang betapa pentingnya arti persaudaraan itu. Tetapi dibulan Ramadha ia akan tampak dengan sendirinya.

4. Bulan Ramadhan mengajarkan agar peduli pada orang lain yang lemah. Di bulan Ramadhan kita puasa, merasaka lapar dan dahaga, mengingatkan kita betapa sedihnya nasib orang yang tidak berpunya, orang terlantar, anak yatim yang tiada orang tuanya, fakir miskin yang hidup di tempat yang tidak layak. Apakah kita tidak merasa prihatin? Sehingga kita peduli untuk membantu saudara-saudara kita yang kelaparan. Baik karena kondisi ekonomi, atau disebabkan bencana Alam. Allah menyindir orang yang tidak peduli pada nasib orang lain yang miskin sebagai pendusta Agama. Juga Allah mengataka orang yang tidak peduli dengan nasib fakir miskin dan anak yatim sebagai orang yang tidak mempergunakan potensi pancaindranya untuk melihat keadaan sekelilingnya. Orang yang tidak peduli dengan orang lain juga disebut sebagai orang yang salah menilai atau memandang kehidupan.

5. Bulan Ramadhan mengajarkan akan adanya tujuan setiap perbuatan dalam kehidupan. Di bulan puasa kita diharuskan sungguh-sungguh dalam beribadah, menetapkan niat yang juga berisi tujuan kenapa dilakukannya puasa. Tuajuan puasa adalah untuk melatih diri kita agar dapat menghindari dosa-dosa di hari yang lain di luar bulan Ramadhan. Kalau tujuan tercapai maka puasa berhasil. Tapi jika tujuannya gagal maka puasa tidak ada arti apa-apa. Jadi kita terbiasa berorientasi kepada tujuan dalam melakukan segala macam amal ibadah.

6. Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita hidup ini harus selalu mempunyai nilai ibadah. Setiap langkah kaki menuju masjid ibadah, menolong orang ibadah, berbuat adil pada manusia ibadah, tersenyum pada saudara ibadah, membuang duri di jalan ibadah, sampai tidurnya orang puasa ibadah, sehingga segala sesuatu dapat dijadikan ibadah. Sehingga kita terbiasa hidup dalam ibadah. Artinya semua dapat bernilai ibadah.

7. Bulan Ramadhan melatih diri kita untuk selalu berhati-hati dalam setiap perbuatan, terutama yang mengandung dosa. Dibulan Ramadhan kita berpuasa. Kita menahan Lapar dan dahaga. Bukan itu saja. Tetapi juga menahan segala yang dapat membatalkan puasa, juga segala yang dapat merusak puasa. Terutama hal-hal yang dapat menimbulkan dosa. Sehingga di dalam bulan Ramadhan kita dapat terbiasa dan terlatih untuk menghindari dosa-dosa kita agar kita senantiasa bersih dari perbuatan yang dapat menimbulkan dosa. Latihan ini menimbulkan kemajuan positif bagi kita jika diluar bulan Ramadhan kita juga dapat menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan dosa seperti bergunjing, berkata kotor, berbohong, memandang yang dapat menimbulkan dosa, dan lain sebagainya.

8. Bulan Ramadhan melatih kita untuk selalu tabah dalam berbagai halangan dan rintangan. Dalam Puasa di bulan Ramadhan kita dibiasakan menahan yang tidak baik dilakukan. Misalnya marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan sifat Sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita. Misalkan ada orang yang menggunjingkan kita, atau mungkin meruncing pada Fitnah, tetapi kita tetap Sabar karena kita dalam keadaan Puasa. Dengan Sabar hasutan Syeitan untuk memperuncing konflik menjadi gagal. Kitalah pemenangnya dari godaan Syeitan tersebut. Masalah orang menggunjing, memfitnah, biarlah itu jadi dosa-dosanya, janganlah kita ikut berdosa dengan dosa orang lain.

9. Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita akan arti hidup hemat dan sederhana. Setiap hari kita membeli kue dan minuman untuk berbuka puasa. Dari sekian banya kue dan minuman yang kita beli. Hanya minuman segelas teh buatan kita sendiri yang diminum. Yang lain banyak tertinggal dan sebagian terbuang keesokan harinya. Hal ini menyadarkan kita, bahwa apa yang kita beli banyak-banyak sebelum berbuka, hanyalah hawa nafsu saja. Kebutuhan kita hanyalah segelas teh manis! Mengapa kita harus membeli banyak-banyak minuman dan kue-kue yang akhirnya tidak kita makan? Hal ini menyadarkan kita betapa kita harus hemat, membeli sekedar yang dibutuhkan. Kelebihan uang yang kita punyai mungkin dapat kita sedekahkan bagi yang lebih membutuhkan.

10. Bulan Ramadhan mengajarkan pada kita akan pentingnya rasa syukur kita, atas nikmat-nikmat yang diberikan pada kita. Rasa syukur kita akan adanya nikmat makanan yang telah kita punyai terasa ketika kita puasa. Kita merasakan lapar, tetapi kita masih mempunyai makanan. Bagaimana dengan orang yang merasakan lapar tetapi bukan karena ia juga puasa, tetapi karena memang tidak punya makanan? Kita sakit, kita dapat makan obat ketika buka, tetapi bagaimana dengan orang yang tidak punya obat, ketika ia sakit? Kita enak, ketika kita puasa merasa lapar dan haus, kita lengahkan dengan menonton televisi atau hal-hal lain seperti internet. Bagaimana dengan orang ketika ia lapa dan haus mereka lengahkan lapar dan hausnya dengan bekerja memenuhi tuntutan majikannya?

Bukan karena memang tidak punya televisi atau internet, tetapi karena tuntutan hidup, yang mengharuskan ia bekerja untuk makan hari ini dan hari ketika ia tidak bekerja.

Tidakkah harusnya kita bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan pada kita?

Allahu Akbar Ya Ghofururrohiim

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

5 Keutamaan Sifat Pada Bulan Ramadhan

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Imam Ahmad meriwayatkan hadist dari Abu Huroiroh RA, bahwa nabi  SAW bersabda yang artinya : “ Umatku diberi lima sifat pada bulan Romadhon yang belum pernah diberikan kepada satu umat pun dari umat-umat sebelumnya. Yaitu :

(1) Bau mulut orang yang sedang berpuasa itu lebih harum di sisi Allah SWT dari pada aroma kasturi.

 (2) Para malaikat memohonkan ampunan buat mereka sehingga mereka berbuka.

(3) Alloh menghias surganya setiap hari dengan mengatakan : Para hamba-Ku yang sholih hampir saja mencampakkan kebendaan dunia dan kepenatan, untuk bergegas memasukimu.

(4) Setan-setan durhaka ketika itu dibelenggu sehingga mereka tidak lagi bisa melepaskan diri sebagaimana pada bulan lain.

(5) Mereka diberi ampunan pada akhir malam.” Ditanyakanlah kepada Rosululloh SAW: “Apakah maksudnya malam Lailatul Qodar?” Beliau menjawab : “Bukan. Orang yang bekerja itu akan diberi upah ketika ia selesai melakukan perjalanannya.( HR. Baihaqi& Bazzar).

Sifat pertama:

“Bau mulut orang yang berpuasa lebih harum disisi Alloh dari pada aroma kasturi (HR.bukhori dan muslim) yang dinamakankholuf atau khuluf (bau mulut) adalah perubahan bau mulut ketika lambung tidak terisi makanan. Bau mulut ini tidak disukai oleh orang, akan tetapi disisi Alloh lebih harum dari pada aroma kasturi. Sebab, ia muncul akibat mengerjakan ibadah kepada Alloh dan melakukan ketaatan kepada-Nya. Segala hal yang tumbuh dari beribadah kepada Alloh dan dari melakukan ketaatan kepada-Nya, maka sesuatu itu dicintai oleh-Nya. Dan Alloh akan memberikan ganti kepada pemiliknya dengan yang lebih baik, lebih utama dan lebih bagus.

Sifat Kedua:

Para malaikat memohonkan ampun untuk mereka sampai mereka berbuka puasa. Para malaikat adalah hamba-hamba yang mulia disisi Alloh SWT, Mereka tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang diperintahkan-nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. ( QS. At-Tahrim[66] :6)

Dengan demikian segala doa dan permohonan mereka untuk orang-orang yang berpuasa sangat pantas untuk dikabulkan oleh Alloh SWT, karena Alloh telah memberikan restu kepada mereka untuk memanjatkan doa kepada orang-orang yang berpuasa itu. Alloh memberikan restu kepada mereka untuk memohonkan ampun untuk orang-orang yang berpuasa dari kalangan umat ini sebagai bentuk pujian terhadap mereka, penyebutan keagungan mereka, serta sekaligus menjelaskan tentang keutamaan puasa yang mereka kerjakan. Yang dinamakan Istighfar adalah memohon ampun, yaitu penutupan dan penghapusan dosa didunia dan diakhirat. Ini merupakan bagian dari bentuk permohonan dan tujuan yang paling tinggi. Setiap manusia pasti punya salah dan seringkali berbuat lalai sehingga mereka harus mendapatkan maghfiroh(ampunan) dari Alloh.

Sifat Ketiga :

Alloh menghiasi surga orang itu setiap harinya, seraya berkata : “para hamba-Ku yang sholih hampir mencampakkan kebendaan dan kepenatan dunia serta menuju kepadamu” untuk persiapan menyambut para hamba-Nya yang sholih dan juga untuk mendorong mereka agar sampai kepada surga itu. Maksud perkataan Alloh : “Para hamba-Ku yang sholih hampir mencampakkan kebendaan dan kepenatan dunia serta menuju kepadamu” adalah : meninggalkan harta benda duniawi dan segala keletihannya untuk kemudian bergegas menuju amal sholih yang akan membawa kebahagiaan mereka didunia dan akhiratt serta agar bisa meraih kampung kedamaian dan kemuliaan (surga).

Sifat Keempat:

Setan-setan durhaka ketika itu dibelenggu dengan rantai sehingga mereka tidak lagi bisa mencapai apa yang mereka kehendaki terhadap hamba-hamba Alloh yang sholih yang berupa penyesatan dari kebenaran serta melemahkannya dari berbuat kebaikan. Ini merupakan pertolongan dari Alloh bagi mereka dengan cara menahan (memenjarakan) musuh mereka yang selalu mengajak golongannya adar menjadi bagian dari para penghuni neraka. Oleh karena itu orang-orang yang sholih ketika itu mempunyai semangat untuk melakukan  kebaikan serta membersihkan diri dari keburukan pada bulan ini melebihi bulan-bulan lain.

Sifat Kelima :

Alloh SWT memberika ampunan kepada umat Muhammad pada akhir malam dibulan ini, jika mereka mengerjakan apa yang seyogyanya mereka kerjakan pada bulan yang penuh berkah ini, yaitu ibadah puasa dan sholat malam (tarawih) dengan memberi pahala kepada mereka langsung setelah mereka selesai mwlaksanakan amalan. Orang yang bekerja itu diberi upah ketika selesai mengerjakan tugasnya.

Kaum muslimin , Alloh SWT berkenan memberikan pahala seperti ini kepada para hamba-Nya oleh karena adanya tiga hal :

Pertama:

Allah SWT telah mensyariatkan berbagai amal sholih yang menjadi penyebab terampuninya dosa-dosa mereka dan meningkatnya derajat mereka. Kalau saja Alloh tidak mensyariatkan hal itu tentu saja mereka tidak boleh beribadah kepada Alloh dengan melaksanakan amalan itu. Ibadah itu hanya boleh dilaksanakan berdasarkan wahyu dari Alloh kepada Rosul-Nya. Oleh karena Alloh menolak siapa saja yang membuat syariat (aturan ibadah)  serta menganggap hal itu sebagai bentuk syirik. Allah SWT berfirman : “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Alloh yang mensyariatkan untuk mereka  agama yang tidak diizinkan Alloh? (QS. Asy-syuro[42]:21)

Kedua:

Allah SWT memberikan petunjuk kepada mereka untuk mengerjakan amal sholih yang ditinggalkan oleh banyak manusia. Kalau saja bukan karena pertolongan Alloh kepada mereka dan petunjuk-Nya tentu mereka tidak mengerjakan amalan itu. Hanya milik Allohlah segala karunia. Allah SWT berfirman :

“Mereka merasa telah memberi nikmat kepada mu dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Alloh, Dialah, yang melimpahkan nikmat kepada mu dengan menunjuk kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar. (QS. Al-Hujurot[49]: 17)

Ketiga:

Allah SWTberkenan memberikan pahala yang banyak. Kebaikan itu dibalas dengan sepuluh hingga tujuh ratus lipat kebaikan (pahala) hingga ada yang tak terhingga. Karunia dan pahala dari Alloh bisa diperoleh dengan cara mengerjakan amalan yang baik.

saudaraku, datangnya bulan Romadhon merupakan nikmat yang sangat besar bagi siapa saja yang mau menunaikan haknya dengan kembali kepada Alloh dari bermaksiat kepada-Nya menuju ketaatan kepada-Nya, dari kelengahan menuju ingat kepada-Nya, dan dari keterjauhan dari-Nya untuk mendekat kepada-Nya

Semoga bermanfaat Aamiin Allahumma aamiin

وَسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

SIKAP DALAM BERPUASA

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ramadhan sudah tiba, bulan penuh rahmat dan maghfirah Allah SWT akan kita arungi bersama. Dalam bulan ini kita akan melaksanakan puasa selama satu bulan penuh. Sebagai bekal diri kita dalam mengarungi kehidupan selanjutnya. Karena dalam bulan inilah, jiwa dan raga kita semua benar-benar ditempa oleh tempaan2 yang luar biasa, oleh ujian2 yang maha dahsyat, yang tentunya akan dapat memberikan diri kita berbagai macam keuntungan. Baik dari segi ruhani maupun dari segi jasmani.

Sudah banyak diketahui oleh kita bersama bahwa banyak sekali manfaat yang dapat kita ambil dari ibadah yang satu ini.

Salah satu diantaranya adalah dapat membuat kita menjadi seorang yang kuat menghadapi cobaan, tegar dalam mengarungi rintangan dan sabar dalam menerima tekanan.

Tekanan dalam memperturutkan hawa nafsu kita yang selama hampir satu tahun penuh dibiarkan merajalela.

InsyaAllah dengan adanya puasa ini Allah dapat menjadikan kita termasuk ke dalam golongan ”orang-orang sabar”, orang yang sangat dicintai oleh Allah SWT.

Mari kita sambut bulan Ramadhan dengan senyuman dan hati yang bersih..
Saatnya mengosongkan hati untuk diisi dengan kebaikan.
Alhamdulillahirobbil ‘alamiin, telah memberi kami kesempatan untuk menikmati Ramadhan tahun ini

Sikap menjalankan Ibadah Puasa diantaranya adalah :

1.“Alfarhu”
Hatinya merasa gembira, dan bersuka cita dengan kedatangan bulan Ramadhan ini, karena dipanggil Allah Subhanahu wata’ala untuk melaksanakan shaum, karena dirinya meengetahui sepenuhnya bahwa dengan puasa ini Allah akan mengangkat derajatnya menjadi hambaNya yg bertaqwa, sesuai dengan firmannya :

يا أيها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS Al-Baqarah 183)

2. “Attazzikiyah”
Berusaha untuk membersihkan hati agar hatinya terbebas dari penyakit-penyakit hati yang menyebabkan dirinya sulit untuk mengakses “nur” rahasia hikmah yang tersembunyi di balik bulan Ramadhan dengan selalu memperbanyak bacaan istigfar, mohon ampunan kepada Allah dan tidak lupa dengan melipatgandakan sedekah kepada kaum fakir.

3.“Al ilmu”
Selalu belajar dan terus belajar untuk mencari ilmu yang sebanyak-banyaknya terutama dalam mepelajari tujuan, hikmah, keutamaan, amal-amal utama dan hal-hal yang dapat mengurangi bahkan merusak nilai ibadah puasanya.

4. “Al-Maghfirah”
Memohon ampunan dari Allah, dan meminta maaf kepada orangtua, suaminya atau istri tercintanya, tidak lupa juga kepada kerabat, saudara, handai taulan dan para tetangga serta sahabat-sahabat. Agar dimaafkan dari segala kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.

Semoga kita dimudahkan oleh Allah SWT untuk selalu istiqomah dan mudawamah dalam melaksanakan perintah-perintahNya, terutama perintah ibadah puasa .

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jimmy Maulani

NUZULUL QUR’AN DAN RENUNGANNYA

Assalamu’alaikum Wr Wb,

Saudara-audaraku Keluarga Besar Paguyuban Siluman yang Insya Allah senantiasa diberkahi Allah SWT,

Nuzulul Qur’an adalah waktu turunya Al-Qur’an yang bertepatan dengan malam yang disebut Lailatul Qadar. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an pada Lailatul Qadar. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5.

Namun begitu, Nuzulul Qu’an sering diperingati pada malam 17 Ramadhan, sementara umum diketahui bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada sepertiga malam yang terakhir bulan Ramadhan. Mengapa bisa berbeda?

Allah SWT berfirman,


إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ. تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ. سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al-Qadr 1-5).

Para ulama berbeda pendapat tentang dlamir “hu” atau kata ganti yang merujuk kepada Al-Qur’an dalam ayat pertama. Apakah Al-Qur’an yang dimaksud dalam ayat itu adalah keseluruhannya, artinya Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sekaligus dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam Lailatul Qadar, ataukah sebagiannya, yaitu bahwa Allah SWT menurunkan pertama kali Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW, yaitu surat Al-‘Alaq Ayat 1-5 pada malam Lailatul Qadar?

Dalam sebuah riwayat disebutkan, Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa Al-Qur’an yang diturunkan pada Lailatul Qadar keseluruhnya; baru kemudian secara berangsur diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. (HR. Ath-Thabrani).

Sementara itu Nuzulul Qur’an sering diperingati pada tanggal 17 Ramadhan, dengan mengadakan pengajian atau tabligh akbar, dan bukan pada malam Lailatul Qadar. Hal ini didasarkan pada pendapat yang menyatakan bahwa pada tanggal tersebut Rasulullah SAW pada umur 41 tahun mendapatkan wahyu pertama kali. Yaitu  surat Al-‘alaq ayat 1-5 ketika beliau berkonteplasi (berkhalwat) di gua Hira, Jabal Nur, kurang lebih 6 km dari Mekkah.

Nuzulul Qur’an yang diperingati oleh umat Islam dimaksudkan itu adalah sebagai peringatan turunnya ayat Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW yakni ayat 1-5 Surat Al-Alaq.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Adapun Lailatul Qadar merujuk kepada malam diturunkannya Al-Qur’an dari Lauhil Mahfudz ke Baitul Izzah atau langit dunia. Dikisahkan bahwa pada malam itu langit menjadi bersih, tidak nampak awan sedikitpun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin dan tidak panas.

Saudara-saudaraku mari kita merenung sejenak betapa kita diciptakan Allah SWT sebagai mahluk mulia, mahluk berperasaan dan mahluk yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya selama hidup.

Sudah sejauh mana sudah kita berbaktikepada Allah SWT dan sudahkan kita mempertebal keimanan kita???

Saudara-saudaraku ,ciri mukmin sejati antara lain bertambah keimanannya ketika dibacakan ayat-ayat Allah SWT (Al-Quran). Demikian disebutkan dalam QS. Al-Anfal:2.

Ciri lainnya disebutkan dalam ayat selanjutnya.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rizki (nikmat) yang mulia.” (QS Al-Anfal [8]: 2-4)

Dalam ayat 2 sampai 4 tersebut, Allah Ta’ala menyebutkan sifat-sifat mukminin sejati.

Diriwayatkan bahwa seseorang bertanya kepada Imam Hasan Al-Bashri.

”Ya Aba Sa’id (julukan Imam Hasan Al-Bashri), apakah Anda seorang mukmin?”

Beliau menjawab,”Iman itu ada dua macam. Jika yang kamu tanyakan adalah iman (secara teoretis) kepada Allah, pada malaikat-malaikat-Nya, pada kitab-kitab-Nya, pada rasul-rasul-Nya, pada Surga, pada Neraka, pada Hari Berbangkit dan pada Hari Penghisaban, maka saya adalah orang yang beriman.

“Namun, jika yang kamu tanyakan adalah tentang firman Allah: ’Orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang apabila disebut Nama Allah bergetarlah hatinya’… dan seterusnya sampai ’Mereka itulah sebenar-benarnya orang-orang yang beriman’ (QS Al-Anfal: 2-4),

maka demi Allah saya tidak tahu apakah saya benar-benar termasuk dalam kategori mereka atau tidak.”

Pada ayat 2 sampai 4, Allah menyebutkan beberapa sifat orang yang beriman dengan sebenar-benarnya.

Pertama, mereka adalah orang-orang yang jika disebut Nama Allah, mereka gemetar dan takut.

Kedua, jika dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an, iman mereka menjadi bertambah.

Ketiga, mereka bertawakkal hanya kepada Allah semata.

Keempat, mereka menegakkan shalat dengan menyempurnakan seluruh syarat, rukun, wajib dan sunnahnya.

Kelima, mereka adalah orang-orang yang gemar berinfak dari rezeki yang diberikan kepada mereka dan ini mencakup pembayaran zakat serta pemenuhan hak-hak sesama, baik yang wajib maupun yang sunnah.

Itulah lima sifat mukmin sejati yang meliputi tiga sifat batiniyah (sifat pertama, kedua dan ketiga) dan dua sifat lahiriyah (sifat keempat dan kelima).

Tentu saja sifat-sifat mukmin sejati tidak hanya lima itu. Allah juga menyebutkan sifat-sifat lain seorang mukmin dalam banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang lain. Bisa dilihat misalnya QS Al-Mu’minun: 1-11, QS Al-Furqan: 63-67, dan sebagainya. Wallahu a’lam.

Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

A. Jimmy Maulani,SE

Sumber:

Tafsir Ringkas QS. Al-Anfal:2-4 oleh Ahmad Mudzoffar Jufri, MA, konsultasisyariah.com, zona islam.com

KH A Nuril Huda
Ketua Pengurus Pusat Lembaga Dawah Nahdlatul Ulama (LDNU)
KH Arwani Faisal
Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU

 

MARHABAN YA RAMADHAN MOHON MAAF LAHIR & BATHIN

RAMBU – RAMBU BERPUASA

Kiat agar Puasa tidak Didompleng Setan

  1. Pertahankan niat semata-mata karena Allah SWT.
  2. Paksakan diri untuk menunaikan Ibadah Sunnah.
  3. Akrabkan lidah untuk senantiasa Zikir dan Tilawah.
  4. Biasakan untuk tetap berwudhu, walau dalam tidur sekalipun.
  5. Jangan terlalu lama ngobrol dengan siapa pun.
  6. Jangan pergi ke mall atau pusat belanja, kecuali mendesak.
  7. Hindari televisi kecuali sebagai media informasi.
  8. Pilih waktu tidur siang yang tepat.
  9. Makan dan minumlah sekadar mengobati lapar dan haus pada saat berbuka.

PUASA ITU SEHAT

Berpuasa didefinisikan sebagai periode tubuh yang pantang mengasup semua jenis makanan atau makanan tertentu. Bertolak belakang dengan persepsi bahwa berpuasa memburuk kesehatan tubuh, puasa justru memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Menurut AJ Carlson, Profesor Fisiologi di Universitas Chicago seperti dikutip dari MedIndia menyatakan, orang sehat dan tidak memiliki masalah stres serta gangguan emosi dapat bertahan tanpa makanan selama 50-75 hari.

Setiap pon lemak manusia setara dengan 3.500 kalori yang bisa digunakan untuk melakukan aktivitas fisik berat seharian. Berikut beberapa efek positif berpuasa.

Menyembuhkan dengan cepat
Hari-hari awal berpuasa merupakan fase tersulit. Tubuh akan mengeluarkan sejumlah besar racun melalui aliran darah, pori dan organ pembuangan lain. Ini terlihat dari menebalnya lapisan lidah dan nafas yang biasanya lebih berbau pada hari-hari pertama.

Setelah puasa berlanjut pada hari-hari setelahnya, proses pembersihan tubuh disempurnakan. Lemak tubuh yang tidak bermanfaat, racun yang terakumulasi dalam sel tubuh akan dikeluarkan. Sel yang sakit, sel-sel mati, lapisan lendir menebal di dinding usus, limbah aliran darah dikeluarkan lewat hati, limpa, dan ginjal.

Tubuh akan menggunakan mineral penting dan vitamin untuk membuang racun dan jaringan tua. Saat beban racun tubuh berkurang, efisiensi setiap sel ditingkatkan. Sehingga mempercepat proses penyembuhan dan sekaligus menghemat energi.

Lebih Energik
Mengapa orang merasa lebih energik setelah berpuasa? Selain itu, rasa lapar orang yang berpuasa berkurang dibandingkan saat normal.

Tidak banyak yang mengetahui bahwa tubuh memerlukan energi besar untuk mencerna makanan. Puasa mengistirahatkan sistem pencernaan. Sehingga energi disimpan untuk menyembuhkan diri dan memperbaiki sel tubuh.

Energi akan digunakan untuk membersihan dan detoksifikasi usus, darah, serta menyembuhkan sel-sel tubuh dari berbagai penyakit. Puasa meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan fisik dan mental serta  meremajakan tubuh.

Manfaat khusus Dari Puasa :L
– Mengatasi kecanduan kafein, rokok, nikotin, narkoba dan alkohol.
– Puasa membantu menurunkan kadar kolesterol.
– Puasa mengurangi gangguan sistem pencernaan seperti sembelit, kembung, dan gastritis.
– Puasa dengan kontrol pada penderita diabetes membuat perubahan gaya hidup dan pola makan    sehingga akan memperbaiki kondisi mereka.
– Puasa meningkatkan kewaspadaan mental. Racun yang dibersihkan dari sistem limfatik meningkatkan konsentrasi dan energi untuk melakukan aktivitas.